Workspace
Penjelasan workspace, kapan memakai satu atau beberapa workspace, data yang perlu diisi, tips penamaan, dan batas paket untuk tambah workspace.
01
Apa itu workspace
Workspace adalah wadah data untuk satu bisnis, brand, cabang, atau unit operasional. Di dalam workspace ada domain/landing page, session WhatsApp, rotator, leads, rules, report, dan integrasi platform ads.
02
Kapan cukup satu workspace
- Satu brand atau satu unit bisnis memakai satu alur sales.
- Nomor sales/CS masih dikelola oleh tim yang sama.
- Report campaign tidak perlu dipisah per cabang atau brand.
- Budget iklan dan evaluasi performa masih dibaca dalam satu dashboard bisnis.
03
Kapan perlu multi-workspace
- Ada beberapa brand dengan landing page, nomor sales, atau report terpisah.
- Agency mengelola beberapa client.
- Ada cabang berbeda yang butuh data lead dan closing sendiri.
- Tim sales dan rotator perlu dipisah agar operasional tidak tercampur.
Tambah workspace hanya Signal MaxSignal Lite dan Signal Pro hanya mendapat 1 workspace sehingga tidak bisa menambah workspace baru. Tambah workspace bisnis hanya tersedia di Signal Max dengan batas 3 workspace.
04
Data yang perlu diisi
| Data | Fungsi |
|---|---|
| Nama bisnis | Memudahkan identifikasi workspace dan report. |
| Kategori bisnis | Membantu konteks evaluasi campaign. |
| Domain / landing page | Menentukan halaman yang akan dipasang tracking script. |
| Nomor WhatsApp utama | Nomor referensi untuk operasional dan fallback. |
| Budget iklan | Membantu konteks report dan evaluasi spend. |
| Ukuran tim sales | Membantu merancang rotator dan distribusi lead. |
| Estimasi nilai order rata-rata | Berguna jika revenue/value belum selalu diisi manual. |
05
Tips penamaan workspace
- Gunakan nama brand atau unit bisnis yang mudah dikenali.
- Jika ada cabang, pakai format seperti Brand — Jakarta atau Brand — Bandung.
- Hindari nama umum seperti Workspace 1 jika ada lebih dari satu bisnis.
- Untuk agency, pisahkan nama client dan brand agar tidak tertukar saat membuat report.